Puisi - Setiap Hal Punya Cerita - Karya Hery Gunawan, Bercerita tentang Mantan


Literasi -- Hai Kawan Berdasi, jumpa lagi kita yah. Sudah sarapan belum? apa perlu Kawan Berdasi Ingatkan setiap ingin makan? Makanya, kawan-kawan selalu kunjungi blog ini. Nah Kawan Berdasi kali ini kembali dengan membagikan puisi karya Bangher yang berjudul " Setiap hal punya cerita ".  Konon, puisi kali ini berbeda dengan puisi nasi dan kopi yang sudah kita bahas sebelumnya.
Baca Juga : Puisi - Nasi dan Kopi - Karya Hery Gunawan. Referensi Buat Berkarya
Silahkan kalian baca dulu biar ada referensi buat membuat puisi. Puisi ini tercipta dikarenakan Bangher sering mengalami banyak kejadian di hidupnya, jadi dia berfikir bahwa.
Ada banyak jenis manusia di muka bumi, dan hanya ada satu manusia diciptakan hanya untuk di nikahi olehku. Mungkin saja itu kamu, kalau pun tidak mungkin saja mantanmu. - Bangher 2019.
Jadi, jangan terlalu cepat memutuskan bahwa pasangan yang bersamamu saat ini lah yang akan menemani mu nanti jika sudah besar lain waktu, bisa saja orang yang pernah menyakitimu, yang sering kalian sebut 'Mantan'. 



Ingat? jangan terburu-buru untuk memberikan segala yang kamu punya hanya untuk membuatnya bahagia, apalagi sampai ke hal negatif. Jangan sampai yah, kejar dulu mimpi-mimpi kalian sewaktu kecil. Nah, dari sepenggalan cerita itulah alur puisi ini terciptakan. Berikut puisi Bangher yang berjudul " Setiap Hal Punya Cerita ":

-- Setiap Hal Punya Cerita --

Ku berusaha mencari lagi,
kenangan-kenangan yang belum usai diantara kita
ku cari dilemari coklat itu,
ternyata hanya ada kenangan yang dulu
kenangan yang hanya dapat dibaca oleh hati
dan disaksikan oleh jutaan rasa yang kurasakan saat ini

Ternyata kenangan itu,
tersisipkan dilembaran-lembaran masa lalu

tanganku masih ragu,
saat ku sentuh kembali lembaran itu

Aku takut, Takut..
kembali terjebak di masa itu lagi

Namun,
Demi kenangan yang belum usai itu
ku buang perasaan ragu dan takutku
ku tak lagi perdulikan itu semua

Untuk terlihat kuat di masa itu,
kusematkan senyum di bibir tipisku
agar orang lain tak memandang sebelah mata kepadaku

Hhmmm,
mungkin untuk terlihat lebih kuat
tak cukup hanya dengan senyuman
mungkin perlu sedikit gila untuk menyeimbanginya.

Dan saat ku baca lagi kenangan itu,
akupun tersenyum mengingat aku yang dulu

Aku sering bertingkah konyol,
demi mendapat perhatianmu saja

Aku yang sering beralasan ke toilet,
padahal aku singgah ke kelasmu
sambil memperhatikanmu

Tapi,
itu dulu..

Dulu waktu masih ada cerita,
antara aku dan kamu
yang pernah ada kisah cinta kita.

Bangher 2017.

Bagaimana Kawan Berdasi? Nggak baper kan sudah baca puisi dari Bangher? wahh puisi kali ini bikin hati ikut hanyut dengan puisinya. Ada fakta menarik loh, katanya puisi ini berhubungan dengan seseorang yang dekat dengan Bangher sewaktu kelas X (sepuluh) di Sekolah Menengah Kejuruan di kota Makassar. 

Mau karya puisi atau cerpen Kawan Berdasi posting? silahkan hubungi kami di Contact Us, kami tunggu karya kalian. Terima kasih telah ikut berpartisipasi.

(BERDASI).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadi Saingan Redmi Note 7 : Samsung Galaxy M20 dengan Baterai 5.000 mAh